Selasa, 03 Mei 2011
fanfic PB 9A --Guns, Friends, a Revenge-- chap 2
Created by D.S Knight di 21.10 0 komentar
Label: fanfic
Minggu, 01 Mei 2011
Fanfic Riviera --Ein's Decision-- chap 1
Created by D.S Knight di 18.58 0 komentar
Label: fanfic
Riviera's character
cuman mo ngasi liat main characters of Riviera bagi yg belon tau
Ini main chara namanya Ein (mirip gw yak)
Ini satu dari empat gadis cakep yg prnah bertualang dgn Ein. Namanya Fia
Ini adiknya Fia, dia juga pernah bertualang dengan Ein. Namanya Lina
Nah ini namanya Serene, gadis cool yang juga kawan seperjuangan Ein ngelawan Hector
Ini terakhir Scarlet Witch. Namanya Cierra
Nah itu semua main characters yang akan kamu temukan saat main riviera
Created by D.S Knight di 18.54 0 komentar
Label: Riviera
fanfic PB 9A --Guns, Friends, a Revenge-- chap 1
Ayah, Ibu... Jangan tinggalkan aku sendiri. Aku bisa apa tanpa kalian.
"Pergilah nak, kota ini sudah dihancurkan oleh Free Rebels. Sebentar lagi pasukan CT Force akan datang menyelamatkanmu. Selagi menunggu cobalah untuk bertahan hidup."
"Ayah.....Tidak.....Tunggu....Jangan....."
___________________________________________________________________________________
Aku terbangun saat seberkas cahaya matahari berhasil menerobos masuk ke kamarku lewat jendala. Kulihat jam dinding yang pendek menujuk ke angka 7 lewat sedikit, dan yang panjang menunjuk ke angka 4. 7.20 WIB. "Test CT Force." teriakku mengingat hari ini adalah hari testing CT Force. Urgh, segera aku lompat dari tempat tidur menuju kamar mandi. Aku hanya mandi dengan segera, menghemat waktu kalau-kalau aku terlambat bisa-bisa aku batal masuk CT Force setempat.
"Harus cepat nih, kalau telat bisa mati aku." gumamku saat mendorong CS ONE milikku keluar dari garasi. Kupacu motorku sekitar 60-75 km/h. Jarak dari camp CT ke rumahku memang agak jauh makanya aku agak khawatir. Tepat di depan camp, aku rem mendadak sampai-sampai roda belakang motorku terangkat beberapa senti dari tanah. Kuparkir motorku dan kulihat lagi jam tanganku, dan kudapatkan sekarang sudah jam 7.55. Aku langsung ke main room, menabrak beberapa orang untung mereka pemaaf semua jadi ya tidak ada masalah.
Di main room, sudah banyak orang berkumpul. Ya mereka semua adalah sainganku menjadi troopers. Sayang di tempat ini tak ada yang kukenal sampai seseorang menepuk pundak kananku. "Oi iz!" seru seseorang yang menepuk pundakku tadi. Aku mengenali suaranya yang metal -melayu total- itu. "Loh Aan?" tanyaku kaget sesudah menoleh. "Kau mau jadi trooper juga, An?" tanyaku sambil menjabat tangannya ala pria. "Hei, kalian di sini juga." kata seorang laki-laki dari kejauhan. Awalnya aku tak mengenali wajahnya, namun semakin dia dekat berjalan aku tahu siapa dia. "Den, lama tak jumpa. Sudah 6 tahun." sapaku saat dia sudah bergabung denganku dan Aan.
"Gak nyangka kita bakal berkumpul di sini ya." kata Aan
"Iya nih, jadi teringat jaman dulu." timpalku
"Tapi kurang satu orang kita." lanjut Deni
"Siapa? Aku ya?"
Seorang laki2 (agak diragukan sih) tiba-tiba join pembicaraan kami dari belakang. Sentak ini membuatku dan 2 temanku melirik ke belakang. Aku cuma tersenyum melihat laki-laki tersebut. "Lama gak jumpa ya all." kata pria tersebut dengan raut wajah ceria. Dia adalah Ari. Salah satu temanku di masa lalu juga. Memang agak lucu, aku bertemu dengan 3 kawan lamaku semasa sekolah dulu. Kami berempat pernah berjanji akan masuk menjadi trooper saat dewasa, tapi aku tak pernah menyangka bertemu dengan mereka di sini.
Sekitar 5 menit kami basa-basi mengenai apa yang kami kerjakan selama beberapa tahun terakhir, main room ini sudah penuh dengan manusia yang berasal dari entah berantah. Aku mencoba membaca sifat-sifat mereka dari ekspresi masing-masing, ada yang rileks, ada yang gugup, ada yang terlalu bersemangat, bahkan ada yang tidak peduli. Semua itu sainganku bahkan 3 teman yang sekarang berada di dekatku ini juga saingan meraih cita-citaku menjadi CT Force.
"SELAMAT DATANG CALON TROOPERS!"
Tiba-tiba suara keluar dari speaker yang terletak di sudut-sudut main room. Yang tadi mengucapkan salam adalah Capt. Abdul Majid -pemimpin camp CT Force di distrik kotaku-. Dia sedang berdiri dengan gagahnya di atas podium main room. Sedikit kulihat ada Amok Kukrii disangkutkan di celananya.
"HARI INI ADALAH TESTING BAGI KALIAN UNTUK MENGGAPAI TUJUAN KALIAN YANG SATU! MENJADI CT FORCE. SEKARANG BAGI PESERTA TESTING HARAP MENDATANGI PANITIA UNTUK MENGAMBIL NOMOR RUANGAN TESTING. SELAMAT BERJUANG!!!!."
Mendengar komando seperti itu, kami berempat langsung bergerak menngambil nomor ruangan.
"Kalian ruangan berapa? Aku ruang 7 ini." kata Deni setelah mendapatkan nomor ruangan.
"Aku 5. Kau An?" Kata Ari singkat.
"Wah nomor ku 9 ini kalo dibalik." jawab Aan sambil membolak-balikkan nomor ruangannya.
"Bilang aja 6 An. Susah amat ~_~." sahutku melihat tingkah Aan yang agaknya mencoba mencairkan suasana.
"Kau sendiri, Iz? tanya Aan padaku
"Wah Aku jauh sendiri [-_-'']. Aku di ruang 13."
"Nomor sial tu, siap-siap la ya." kata Deni
"BAGI PARA PESERTA TESTING DIPERSILAKAN MEMASUKI RUANGAN YANG TELAH DITENTUKAN. KALIAN AKAN MENGHADAPI TES TERTULIS TERLEBIH DAHULU. TERIMA KASIH"
Yang barusan naik ke atas podium dan berbicara adalah 1st Lt. Darwin. Dia juga merupakan salah satu trooper terbaik dari distrik kotaku. Penampilannya agak berbeda dari Capt. Abdul Majid. Dia menggunakan Dual Knife sebagi meleenya. Kami bertiga berpisah, memasuki ruangan masing-masing. Harapanku sih testingnya nggak susah, aku belum belajar kemarin. "Ini ruang 13 ya?" tanyaku pada salah seorang Master Sgt. di depan pintu ruangan. "Ya, silakan masuk." katanya
Aku masuk dan langsung mengambil bangku yang ada di belakang (kebiasaan).Kertas tes dibagikan. Kupandangi satu per satu soal. "Waktu kalian 30 menit dimulai dari sekarang." Kata seorang pengawas yang kulihat pangkatnya masih 2nd Sgt. grade 3
1. Dari manakah L115A1 berasal?
U.K
2. Berapa damage AK Sopmod?
Kalo nggak salah 33
3. Tuliskan sedikit mengenai K-5?
Senjata mainan anak-anak ==a. Nembak orang gak bakalan berasa.
4. Apa keistimewaan Mini Axe?
Ringan, berdamage tinggi, bisa dilempar
5. Apa makanan kesukaan Brigadir Syahril?
Ha? Ngaco ini pertanyaan {~_~''}
Begitulah soal-soal tesku. Susah sih nggak, ngaconya ini parah.
"Waktu tes selesai, semua lembar jawaban dikumpulkan. Seluruh peserta tes dipersilakan keluar." kata pengawas ruangan 13 yang wajahnya rada-rada sangar.
Aku langsung keluar dari ruangan menyeramkan tersebut dengan pikiran yang semrawutan. Aku cuma berjalan santai dan mendapati Deni, Aan, dan Ari sudah berkumpul duluan. Aku bergabung dengan mereka, menceritakan kondisi tes masing-masing ruangan.
"TERIMA KASIH ATAS PARTISIPASI KALIAN PARA CALON TROOPERS. HASIL TES BISA KALIAN LIHAT BESOK."
Setelah mendengar pengumuman dari Capt. Abdul Maji -yang diucapkan pake toa mesjid- kami semua pulang, dan kembali kupacu CS ONE ke rumah.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Apa yang terjadi dengan tes mereka berempat? Apa si tokoh utama bakal lulus tes dan menjadi CT Force? Silahkan tunggu next chap!
Created by D.S Knight di 03.16 0 komentar
Label: fanfic
fanfic RO --It was an accident-- chap 1
Sentak si wanita yang baru saja terlempar beberapa meter jadi kaget.
"Hey jawab, apa ada yang terluka?" lanjut sang Wizard sambil memegang tangan si wanita.
Hal itu benar-benar sukses membuat wanita tersebut pingsan.
Kemudian...
"Urrrggh. Dimana aku?" kata si wanita tersebut di atas sebuah tempat tidur
"Kamu ada di Geffen. Di rumahku tepatnya. Setelah pingsan tadi ya aku menggotongmu kemari."
Perkataan Wizard barusan membuat wanita ini memerah wajahnya
"Maaf merepotkanmu Mr. Wizard. Namaku Leryna." seraya mencoba turun dari tempat tidur
"Jangan bangun dulu,,, Leryna. Tubuhmu itu masih terluka. Coba minum ini." kata Wizard misterius sambil menyerahkan sebotol red potion ke Leryna
“Terima kasih ya."
Wajah Leryna semakin merah saat tangan sang Wizard secara tak sengaja menyentuh tangannya. Ia tersipu malu, gemetaran, melting lebih tepatnya. Wajar saja, Wizard yang ia lihat saat ini memang bukan seperti laki-laki biasa. Tubuhnya proporsional, wajahnya tampan, sifatnya juga sangat baik dan cukup perhatian (sori kalo gw nulis sifat gw sendiri).
Si Wizard menyadari kalau Leryna ini masih seorang Novice dilihat dari kostum yang ia kenakan. Leryna meneguk habis red potion barusan dan tubuhnya kembali segar setelah dihajar oleh poporing.
“Kamu mau jadi apa nanti?” Wizard itu kembali berujar.
“Hm? Entahlah. Aku juga masih bingung ini.” Jawab Leryna. Ia mencoba tetap tenang meski dalam keadaan gugup begitu.
“Ya, saranku jangan jadi mage ya, kelihatannya tidak cocok dengan kepribadianmu.”
“Wah sudah sore, maaf Mr.Wizard. Aku pulang dulu ya.” Leryna ingin segera mengakhiri percakapannya dengan si Wizard. Ia takut jika terlalu lama di sana bisa membuatnya mati gaya.
“Oh hati-hati di jalan ya, Leryna.”
“Mmmm... Na...nama kamu siapa? Setidaknya aku harus tahu nama orang yang telah menolongku.” Kata Leryna sambil menunduk, ia tidak berani menatap Wizard yang tampannya enggak ketulungan itu.
“... Acerys. Namaku Acerys.”
“Aku pulang ya Acerys. Terima kasih untuk semuanya.” Leryna langsung keluar dari pintu rumah Acerys dan berlari menuju sebuah Inn yang sebenarnya tak jauh dari rumah Acerys.
Matahari sudah tak terlihat di langit Geffen. Bulan biru perlahan menunjukkan keanggunannya. Derasnya aliran sungai di Geffen, terdengar menjadi aliran musik klasik di telinga seorang gadis manis berambut hijau.
Baginya hari ini adalah hari yang sangat berat. Niatnya dia ingin berlatih di sekitar Geffen, tapi malah dihajar oleh Poporing dan Drops. Dia sangat beruntung bertemu dengan seorang Wizard, kalau tidak bisa-bisa nyawanya melayang dengan mudah seperti debu yang ditiup angin sepoi-sepoi sore hari.
“Dia masih muda, tapi sudah jadi Wizard. Aku? Novice belum beranjak sejak kemarin.” Gumam Leryna.
“Coba kuingat lagi, hari ini aku berlatih tapi dihajar Poporing, Drops ah >_<. Malu dihajar sama monster inagresif kayak gitu. Baru aku pingsan dan kebangun di sebuah rumah Wizard keren nan baik hati.” Leryna terus berbicara pada dirinya sendiri sambil menatap bulan biru yang tampak penuh hari ini. Pikirannya terus dipenuhi oleh seorang Wizard berambut perak.
“Kapan ya aku bisa bertemunya lagi?”
“Tadi itu gadis yang manis ya.” Dengus Acerys di tengah kegelapan kamarnya. Ia sengaja menutup jendela kamarnya agar tidak ada cahaya yang masuk.
Sebanarnya apa yang dirasakan Acerys tak jauh beda dengan Leryna, ya mereka berdua saling jatuh hati ketika pertama berjumpa. “Aku ingin dia menjadi mage, bertualang bersamanya. Hah, apa bisa?”
Dia hanya bisa men”huh” dirinya sendiri. Dia merasa bodoh membiarkan Leryna pulang terlalu cepat.
“Kapan ya aku bisa bertemunya lagi?”
Created by D.S Knight di 02.47 0 komentar
Label: fanfic
Kamis, 28 April 2011
Fanfic (gaje) 9a --unforgettable victory--
-Mungkin cuma dengan ini aku tetap bisa mengingat kalian........kawan-
Semua selesai , buku berjudul SMP selesai kugores dengan tinta kenangan. Entah akan terlupa atau terus diingat aku tak perduli. Satu hal yang kuyakini, semua kan tersimpan dalam hati.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Created by D.S Knight di 17.18 0 komentar
Label: memories
Senin, 28 Februari 2011
New Life
Well, ya hippie. Blogging again udah lama gak blogging pasti kaku
sebagai permulaan aku cuman bakal ngasi identitas diri knight project pertama
XCARD:BEGIN
Name : Damien Eccleston Bordeaux
DoB : ????? (datang dari langit)
Age : 14 years old (DoA I), 17 years old (DoA II), 42 years old (DoA III)
Weapon : Velvia Sword
Quote : "Just pretend that I'm always with you"
Created by D.S Knight di 17.47 0 komentar





